- 1. MORFOLOGI DAN ANATOMI TOMAT Oleh : Nunik Eka Diana
- 2. TOMAT Tomat Klasifikasi tomat Kerajaan : Plantae Ordo :Solanales Famili :Solanaceae Genus :Solanum Spesies :S. lycopersicum
- 3. SEJARAH TOMAT Tomat (Solanum lycopersicum syn. Lycopersicum esculentum) adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Tomat merupakan keluarga dekat dari kentang. Kata "tomat" berasal dari kata dalam bahasa Nahuatl, tomatl (dieja: /tɔ.matɬ/).
- 4. DESKRIPSI TANAMAN Ditanam sebagai tanaman buah di ladang, pekarangan, atau ditemukan liar pada ketinggian 1--1600 m dpl. Tanaman ini tidak tahan hujan, sinar matahari terik, serta menghendaki tanah yang gembur dan subur. Terna setahun ini tumbuh tegak atau bersandar pada tanaman lain, tinggi 0,5--2,5 m, bercabang banyak, berambut, dan berbau kuat. Batang bulat, menebal pada buku-bukunya, berambut kasar warnanya hijau keputihan. Daun majemuk menyirip, letak berseling, bentuknya bulat telur sampai memanjang, ujung runcing (acutus), pangkal membulat, helaian daun yang besar tepinya berlekuk, helaian yang lebih kecil tepinya bergerigi, panjang 10--40 cm, warnanya hijau muda. Bunga majemuk, berkumpul dalam rangkaian berupa tandan, bertangkai, mahkota berbentuk bintang, warnanya kuning
- 5. MORFOLOGI BUAH TOMAT Buahnya buah buni, berdaging, kulitnya tipis licin mengkilap, beragam dalam bentuk maupun ukurannya, warnanya kuning atau merah. Bijinya banyak, pipih, warnanya kuning kecokelatan. Buah tomat bisa dimakan langsung, dibuat jus, saus tomat, dimasak, dibuat sambal goreng, atau dibuat acar tomat
- 6. BAGIAN-BAGIAN BUAH TOMAT Mesocarp Eksocarp Endocarp Plasenta Biji
- 7. MORFOLOGI DAN ANATOMI BIJI TOMAT Biji tomat berbentuk pipih, berbulu dan diselimuti daging buah. Warna bijinya ada yang putih, putih kekuningan, ada juga yang kecoklatan.
- 8. BAGIAN-BAGIAN BIJI TOMAT
- 9. PERKECAMBAHAN BIJI TOMAT Proses :
- 10. LANJUTAN Perkecambahan biji tomat termasuk dalam katagori tipe perkecambahan epigeal, dimana radikel muncul dan diikuti dengan memanjangnya hipokotil dan membawa serta kotiledon dan plumula ke atas permukaan tanah.
Sebelum nya saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada para sahabat yang sudah membaca isi blog saya, yang mungkin adanya kesalahan dalam mengetik atau pos2 saya yang kurang jelas. dan tujuan saya disini sepenuhnya hanya untuk berbagi pengetahuan kepada para sahabat saya, dan saya berusaha untuk mencari apa yang sedang sahabat cari selama ini. hanya ini saja deskripsi dari saya, selebihnya terima kasih banyak. by Arie
Tampilkan postingan dengan label BOTANI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BOTANI. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 29 Desember 2012
ANATOMI DAN MORFOLOGI TOMAT
ANATOMI DAN MORFOLOGI LENGKUAS
Lengkuas
Alpinia galanga (L.) Willd.
|
Deskripsi umum
Lengkuas atau laos (Alpinia galanga) merupakan jenis tumbuhan
umbi-umbian yang bisa hidup di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah.
Umumnya masyarakat memanfaatkannya sebagai campuran bumbu masak dan pengobatan
tradisional. Pemanfaatan lengkuas untuk masakan dengan cara mememarkan rimpang
kemudian dicelupkan begitu saja ke dalam campuran masakan, sedangkan untuk
pengobatan tradisional yang banyak digunakan adalah lengkuas merah Alpinia purpurata K
Schum.
Morfologi
Akar
Rimpang besar
dan tebal, berdaging, berbentuk silindris, diameter sekitar 2-4 cm, dan
bercabang-cabang. Bagian luar berwarna coklat agak kemerahan atau kuning
kehijauan pucat,mempunyai sisik-sisik berwarna putih atau kemerahan, keras
mengkilap, sedangkan bagian dalamnya berwarna putih. Daging rimpang yang sudah tua berserat kasar. Apabila dikeringkan, rimpang
berubah menjadi agak kehijauan, dan seratnya menjadi keras dan liat.
Batang
Batangnya tegak,
tersusun oleh pelepah-pelepah daun yang bersatu membentuk batang semu, berwarna
hijau agak keputih- putihan. Batang muda keluar sebagai tunas dari pangkal
batang tua.
Daun
Daun tunggal
berwarna hijau, bertangkai pendek tersusun berseling. Daun disebelah bawah dan
atas biasanya lebih kecil daripada yang di tengah. Bentuk daun lanset memanjang
dan ujungnya runcing, pangkal tumpul dengan tepi daun rata. Pertulangan daun
menyirip, panjang daun sekitar 20- 60 cm, dan lebarnya 4 - 15 cm. Pelepah daun kira-kira
15 - 30 cm, beralur dan berwarna hijau.
Bunga
merupakan bunga
majemuk berbentuk lonceng, berbau harum, berwarna putih kehijauan atau putih
kekuningan. Ukuran perbungaan lebih kurang 10-30 cm x 5-7 cm. Jumlah bunga di
bagian bawah tandan lebih banyak dari pada di bagian atas, panjang bibir bunga
2,5 cm, berwarna putih dengan garis miring warna merah muda pada tiap sisi.
Mahkota bunga yang masih kuncup, pada bagian ujungnya berwarna putih, sedangkan
pangkalnya berwarna hijau.
Buah
buahnya berupanya
buah buni, berbentuk bulat, keras. ketika muda berwarna hijau-kuning, setelah
tua berubah menjadi hitam kecoklatan, berdiameter ± 1 cm. Ada juga yang buahnya
berwarna merah.
Anatomi
Anatomi Kadar
minyak atsiri tidak kurang dari 0,5% v/b. Epidermis terdiri dari satu lapisan
kecil agak pipih. Dinding berwarna kuning kecoklatan, kutikula jelas. Korteks
parenkimatik, jaringan korteks bagian luar terdiri dari beberapa lapis sel
dengan dinding tipis berwarna kuning kecoklatan, jaringan korteks bagian dalm
terdiri dari sel parenkim besar, dinding sel tipis, tidak berwarna,
kadang-kadang bernoktah halus, berisi butir pati. Pada parekim tersebar
idioblas berisi minyak dan zat samak, berwarna coklat muda atau tua yang dengan
penambahan besi (III) klorida LP warna berubah menjadi kehitaman. Butir pati
tunggal, bentuk lonjong atau bulat telur, lamela tidak jelas, panjang butir 8
μm – 60 μm, umumnya 25 μm – 50 μm.
Endodermis
terdiri dari sel yang lebih kecil dari sel parenkim, dinding sel tipis, tidak
berisi pati. Berkas pembuluh kolateral, tersebar dalam parenkim, dikelilingi
serabut. Serabut kecil memanjang, dinding sel tebal, tidak berlignin, lebar
lumen 20 μm -40 μm, bernoktah. Xilem umumnya berupa pembuluh jala, pembuluh
noktah dan pembuluh tangga, lebar 20 μm – 60 μm, tidak berlignin. Floem sedikit
dan tidak jelas.
ANATOMI DAN MORFOLOGI PADI
II.
TINJAUAN PUSTAKA
Bagian-bagian tanaman dalam garis besarnya dalam dua bagian besar, yaitu:
1.Bagian vegertatif, yang meliputi : akar, batang, dan daun.
2.Bagian generatif, yang meliputi : malai yang terdiri dari bulir-bulir daun bunga.
Bagian Vegetatif terdiri dari :
1.1.1 Akar
Kira-kira 5-6 hari setelah berkecambah, dari batang yang masih pendek itu keluar akar-akar serabut yang pertama dan dari sejak ini perkembangan akar-akar serabut tumbuh teratur. Pada saat permulaan batang mulai bertunas (kira-kira umur 15 hari), akar serabut berkembang dengan pesat.
Dengan semakin banyaknya akar-akar serabut ini maka akar tunggang yang berasal dari akar kecambah tidak kelihatan lagi. Letak susunan akar tidak dalam, kira-kira pada kedalaman 20-30 cm. karena itu akar banyak mengambil zat-zat makanan dari bagian tanah yang di atas. Akar tunggang dan akar serabut mempunyai bagian akar lagi yang disebut akar samping yang keluar dari akar serabtu disebut akar rambut dan yang keluar dari akar tunggang, bentuk dan panjangnya sama dengan akar serabut.
1.1.2 Batang
Batang padi tersusun dari rangkaian ruas-ruas dan antara ruas yang satu dengan yang lainnyadipisah oleh sesuatu buku. Ruas batang padi di dalamnya beringga dan bentuknya bulat. Dari atas ke bawah, ruas batang itu makin pendek. Ruas-ruas yang terpendek terdapat di bagian bawah dari batang dan ruas-ruas ini praktis tidak dapat dibedakan sebagai ruas-ruas yang berdiri sendiri.
Tinggi tanaman diukur dari permukaan tanah sampai ujung daun tertinggi bila malai belum keluar, dan sesudah malai keluar tingginya diukur dari permukaan tanah sampai ujung malai tertinggi. Tinggi tanaman adalah suatu sifat baku (keturunan). Adanya perbedaan tinggi dari suatu varietas disebabkan oleh suatu pengaruh keadaan lingkungan. Bila syarat-syarat tumbuh baik, maka tinggi tanaman padi sawah bisaanya 80-120 cm.
Pada tiap-tiap buku, duduk sehelai daun. Di dalam ketiak daun terdapat kuncup yang tumbuh menjadi batang. Pada buku-buku yang terletak paling bawah mata-mata ketiak yang terdapat antara ruas batang-batang dan upih daun, tumbuh menjadi batang-batang sekunder yang serupa dengan batang primer. Batang-batang sekunder ini pada gilirannya nanti menghasilkan batang-batang tersier dan seterusnya. Peristiwa ini disebut pertunasan atau menganak.
1.1.3 Daun
Daun terdiri dari : helai daun yang berbentuk memanjang seperti pita dan pelepah daun yang menyelubungi batang. Pada perbatasan antara helai duan dan upih terdapat lidah daun. Panjang dan lebar dari helai daun tergantung kepada varietas padi yang ditanam dan letaknya pada batang. Daun ketiga dari atas bisaanya merupakan daun terpanjang. Daun bendera mempunyai panjang daun terpendek dan dengan lebar daun yang terbesar.
Banyak daun dan besar sudut yang dibentuk antara daun bendera dengan malai, tergantung kepada varietas-varietas padi yang ditanam. Besar sudut yang dibentuk dapat kurang dari 900 atau lebih dari 900 .
Bagian generatif terdiri dari :
1.1.4 Malai
Suatu malai terdiri dari sekumpulan bunga-bunga padi (spikelet) yang timbul dari buku paling atas. Ruas buku terakhir dari batang merupakan sumbu utama dari malai, sedangkan butir-butir nya terdapat pada cabang-cabang pertama maupun cabang-cabang kedua.
Pada waktu berbunga, malai berdiri tegak kemudian terkulai bila butir telah terisi dan menjadi buah.
Panjang malai diukur dari buku terakhir sampai butir di ujung malai. Panjang malai ditentukan oleh sifat baka (keturunan) dari varietas dan keadaan keliling. Panjang malai beraneka ragam, pendek (20 cm), sedang (20-30 cm) dan panjang (lebih dari 30 cm).
Kepadatan malai adalah perbandingan antara banyaknya bunga per malai dengan panjang malai.
Misalnya : 300 bunga/malai = 15 bunga/malai per cm.
20 cm Panjang malai suatu varietas demikian pula banyaknya cabang cabang tiap malai dan jumlah butir tiap-tiap cabang, tergantung kepada varietas padi yang ditanam dan cara bercocok tanam. Banyak cabang tiap-tiap malai berkisar dari 7-30 buah.
1.1.5 Bunga padi
Bunga padi adalah bunga telanjang artinya mempunyai perhiasan bunga. Berkelamin dua jenis dengan bakal buah yang di atas. Jumlah benang sari ada 6 buah, tangkai sarinya pendek dan tipis, kepala sari besar serta mempunyai kandung serbuk. Putik mempunyai dua tangkai putik, dengan dua buah kepala putik yang berbentuk malai denganwarna pada umumnya putih atau ungu.
Malai padi terdiri dari bagian-bagian : tangkai bunga, dua sekam kelopak (terletak pada dasar tangkai bunga) dan beberapa bunga. Masing-msing bunga mempunyai dua sekam mahkota, yang terbawah disebut lemma sedang lainnya disebut palea: dua lodicula yang terletak pada dasar bunga, yang sebenarnay adalah dua daun mahkota yang sudah berubah bentuknya. Lodicula memegang peranan penting dalam pembukaan palea pada waktu berbunga karena ia menghisap air dari bakal buah sehingga mengembang dan oleh pengembangan ini palea dipaksakan membuka.
Pada waktu padi hendak berbunga, lodicula menjadi mengembang karena ia menghisap air dari bakal buah. Pengembangan ini mendorong lemma dan palea terpisah dan terbuka. Hal ini memungkinkan benang sari yang sedang memanjang, keluar dari bagian atas atau dari samping bunga yang terbuka tadi.
Terbukanya bunga diikuti dengan pecahnya kandung serbuk, yang kemudian menumpahkan tepungsarinya. Sesudah tepung sari ditumpahkan dari kandung serbuk maka lemma dan palea menutup kembali. Dengan berpindahnya tepung sari ke kepala putik maka selesailah sudah proses penyerbukan. Kemudian terjadilah pembuahan yang menghasilkan lembaga dan endosperm. Endosperm adalah penting sebagai sumber makanan cadangan bagi tanaman yang baru tumbuh.
1.1.6 Buah padi
Yang sehari-hari kita sebut biji padi atau butir/gabah, sebenarnya bukan biji melainkan buah padi yang tertutup oleh lemma dan palea. Buah ini terjadi setelah selesai penyerbukan dan pembuahan. Lemma dan palea serta bagian-bagian lain membentuk sekam (kulit gabah).
Dinding bakal buah terdiri dari tiga bagian: bagian paling luar disebut epicarpium, bagian tengah disebut mesocarpium dan bagian dalam disebut endocarpium.
Biji sebagian besar ditempati oleh endosperm yang mengandung zat tepung dan sebagian ditempati oleh embryo (lembaga) yang terletak dibagian sentral yakni dibagian lemma.
Pada lembaga terdapat daun lembaga dan akar lembaga. Endosperm umumnya terdiri dari zat tepung yang diliputi oleh selaput protein. Endosperm juga mengandung zat gula, lemak, serta zat-zat anorganik (Badan Pengendali BIMAS, 1973).
2.2 Anatomi Tanaman Padi
Anatomi dan
fungsi Menpunyai hubungan yang sangat dekat, sebagai contoh hidung mancung
(anatomi) maka udara dapat masuk ke dalam tubuh. Anatomi tanaman padi adalah
penting untuk dipelajari agar mengetahui fungsinya.Berkas pengangkutan di dalam
daun (anatomi) adalah penting untuk pengangkutan air, unsur hara dan pestisida
sistemik (fungsi). Gunakanlah miskroskop untuk pengamatan yang
lebih baik.melihat bagian yang lebih kecil dari permukaan daun adalah sangat
indah.Menggambar adalah alat bantu dalam pengamatan, mengingat dan mencatat apa
yang pernah lihat,memerlukan waktu untuk menggambarkan secara lebih rinci dan
memberi keterangan secara lebih lengkap. Kompensasi tanaman
adalah kemampuan tanaman yang merupakan salah satu faktor penting
untukmengurangi pengaruh dari kerusakan yang disebabkan oleh organisme
(termasuk ketika kita jalan didalam sawah).
2.2.1 Anatomi bibit tanaman padi
Pada awal
pertumbuhan tanaman padi memiliki sifat-sifat khusus yang bermanfaat untuk
mengurangi akibat yang ditimbulkan oleh kerusakan daun. daun-daun yang
terinfeksi oleh penyakit atau rusak karena seranggapada awal musim dengan cepat
akan diganti dengan daun-daun baru. Pengelolaan tanaman yang baik
sangat penting untuk pertumbuhan daun yang kuat dan cepat. Jika jumlah benih
ditanam di persemaian tidak terlalu banyak, dan mendapat pupuk serta air yang
cukup, maka bibit yang tumbuh akan memiliki batang yang kuat. Setelah bibit
tanaman dipindahkan, sangat diperlukan unsur hara dan perairan yang cukup untuk
mendukung pertumbuhan yang sedang berlangsung. Tanaman yang sehat dapat
mengurangi kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan hama atau penyakit.
Tujuan :
(1) Dapat menerangkan bahwa pada awal fase vegetatif, daun padi
tumbuh dengan cepat dan mati dengan cepat, (2) Dapat menerangkan bahwa
pertumbuhan daun yang cepat dan penggantian daun yang tua oleh daun yang baru
dapat mengurangi kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan hama maupun
penyakit, (3) Dapat menerangkan pentingnya pengelolaan
budidaya yang baik untuk mendukung pertumbuhan awal yang cepat dan kuat.
Kemampuan membentuk
anakan pada fase vegetatif
Latar belakang
Selama Fase vegetatif, tanaman padi
tumbuh sangat cepat. dua atau tiga tanaman padi pertama yang ditanam adalah
tanaman sederhana yang terdiri dari satu batang, sepasang daun dan sedikit
akar. Perubahan yang pertama yaitu bahwa anakan baru akan muncul dari anakan
yang sudah ada. Setiap anakan merupakan tanaman yang sempurna. Tanaman padi
dapat menyembuhkan dirinya sendiri dari kerusakan selama fase vegetatif karena
Tanaman terus menerus membentuk anakan selama fase vegetatif. Perubahan yang
kedua adalah terbentuknya daun-daun baru secara kontinyu. Pada setiap anakan
selama vegetatif, daun-daun baru muncul dan daun-daun lama mati secara
kontinyu.Pertumbuhan anakan dan daun-daun baru ditentukan oleh jarak tanam,
air, sinar matahari dan unsur-unsur hara (pupuk) yang tersedia untuk tanamn.
Faktor-faktor ini diperlukan dalam aktifitas fotosintesis. tujuannya dapat
mendeskripsikan pertumbuhan tanaman selama fase vegetatif, serta kemampuan
membentuk anakan dan pembentukan daun.
2.2.2 Akar dan
jaringan pengangkut
Latar
belakang
Pupuk dan pestisida
sistematik sering kali diberikan pada tanaman padi.Untuk masuk ke dalam tanaman
bahan kimia harus dilarutkan dalam air, tanpa air, senyawa tidak dapat bergerak
dari dalam tanah ke permukaan akar, atau dari dalam tanah ke dalan akar.
Seteleah bahan kimia dilarutkan dalam air maka akan diserap ke dalam tanah
dengan airnya. Setelah bahan kimia masuk ke dalam
tanaman,bahan kimia dapat bergerak dalam tanaman melalui suatu sistem berkas
pengangkutan yang ada antara akar, dan bagian atas dari tanaman. Pada jaringan
pengangkut air akan bergerak ke atas dan gula bergerak ke
bawah. Serangan hama merusak tanaman dengan cara mengisap dan
mengunyah. Pengisap daun dan penggerek batang adalah serangga hama yang dapat
dikendalikan dengan insektisida sistemik sebab hama tersebut makan pada jaringan
tanaman, pengisap mengisap pada jaringan pengangkut, dan penggerek makan
jaringan pengangkut ketika memakan bagian dalam tanaman.
tujuan :
Dapat menerangkan bagaimana
pestisida sistematik bergerak melewati tanaman dan untuk menerangkan bahwa
penggunaan insektisida sistemik dapat membunuh hama dalam tanaman dan musuh
alami.
2.2.3 Daun sebelum dan sesudah fase awal primordia
Latar belakang
Sesudah awal primordia
tanaman akan berubah bentuk pertumbuhannya. Selama fase vegetatif tanaman akan
membentuk anakan baru dan akar, batang, dan daun. Pada awalnya primordia
tanaman akan mulai mengambil dan unsur hara untuk perkembangan
mulai. Perubahan yang besar terjadi pertumbuhan daun. Daun
tanaman akan membersihkan energinya untuk hampir selama dua bulan, ketika tanaman
menghasilkan bunga dan pengisian bulir.Menjaga daun selama pembentukan bulir
adalah penting, ini menyebabkan ambang ekonomi lebih rendah selama dan sesudah
pembentukan primordia.
Tujuan :
Menandai daun atas dari tanamann selama pengamatan mingguan dan mengetahui
perkembangan.
2.2.4 Anatomi primordia
Fase Primordia
dimulai 65 hari sebelum bulir masak. jadi, jika padi IR 64 masak dalam waktu
110 hari, maka fase primordia akan dimulai pada 45 HSS. Fase primordia adalah
fase yang paling penting pada tanaman padi, karena mulai padi terbentuk selama
fase primordia.Jumlah bulir dan kualitas bunga yang sedang berkembang
menentukan hasil akhir,jumlah bulir dan kualitas bunga akan baik jika mulai
mberkembang dengan baik sejak awal fase. selama fase
ini,terjadi perubahan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selama fase
vegetatif, akar, batang dan daun mengadakan pertumbuhan, hampir semua energi
tanaman digunakan untuk pertumbuhan bagian-bagian ini. Pada masa
primordia, tanaman berubah secara dramatis, hampir semua energi tanaman
digunakan untuk pertumbuhan malai padi perubahan ini sama dengan perubahan pada
tubuh manusia. Daun tanaman pada masa primordia akan manjadi penghasil energi
utama bagi tanaman tersebut. Daun-daun ini akan hidup selama lebih kurang dua
bulan sementara tanaman menghasilkan bunga dan mengisi bulirnya, daun-daun ini
tidak akan digantikan oleh dain baru dan sangat menentukan hasil
tanaman.Kegiatan ini dititikneratkan pada penemuan primodia di sawah, dan
menandai daun-daun dengan tipe-ex untuk memudahkan pengamatan berikutnya selama
musim tanam tersebut.
2.2.5 Fase bunting
Latar Belakang
Fase bunting adalah
ketika mulai tumbuh didalam pelapah daun tetapi belum muncul keluar. Anakan
terlihat bunting, bunga didalam anakan masih muda dan lunak tetapi belum
mjengadakan penyerbukan. Fase bunting adalah rawan
terhadap serangga dan pentakit tanaman pada daun bendera. Kualitas bagian bunga
dan produksi serbuk sari akan selalu dibuat selama fase ini. Pengairan akan
selalu dijaga tetap ada dilahanm. Pengerek batang mungkin akan aktif selama
fase bunting karena tanaman masih sangat mudah diserang.
Tujuan :
Dapat mendeskripsikan mulai selama fase bunting
2.2.6 Perkembangan malai
Perkembangan malai(heading) adalah keadaan yang menunjukan bahwa
malai sudah muncul dari pelepah daun dan bunga menjadi masak. Fase bunga
sebenarnya sangat pendek untuk satu bulir tetapi akan sangat panjang untuk
seluruh tanaman.Bagian Bunga sudah berkembang dengan baik di bagiab malai. Pada
tanaman padi biasanya bunga membuka untuk beberapa jam pada pagi hari.Sebanyak
98% dari malai yang ada akan mengadakan penyerbukan sendiri sebelum bunga
membuka(mekar).Tipe perkecambahan menunjukan bahwa varietas tanaman padi akan
dapat bertahan sampai beberapa generasi dan memumgkinkan petani untuk dapat
menggunakan benihnya sendiri pada tanaman berikutnya. Perkecambahan yang terbaik
apabila tersedia cukup air, sehingga tepung sari akan berkembang dengan baik.
2.2.7 Fase masak susu
fase masak susu
terjadi setelah tanaman berbunga. bulir mulai diisi dengan karbohidrat yang
diproduksi dalam daun bendera. Bulir akan terus diisi sampai bulir mencapai
ukuran yang maksimum, meskipun demikian tidak semua bulir akan berisi penuh,
hanya bunga yang telahberkecambahyang akan menjadi
bulir. Selama fase masak susu, ada suatu bentuk
pengisian bulir, beberapa varietas kelihatannya akan mengisi bulir semuanya,
tapi ada beberapa varietas yang hanya mengisi bulirnya sebagian dan lainnya
dibiarkan hampa. Kadang-kadang bulir diisi dari bahan atas malai, dan beberapa
dari malai bagian bawah kebagian atas. Pengisian bulir tergantung dari varietas,
matahari, air, dan lain-lain. Bulir masak susu biasanya peka
terhadap serangan kepik, selama fase ini hama pengisap akan mengisak
bulir.Setelah bulir masak penuh kepik tidak dapat
menyerang. Malai juga peka terhadap larva penggerek batang,
jika bagian dasar malai dasar malai dipotong, malai akan terserang beluk dan
bulir tidak diisi. beberapa anakan dapat ditemukan larva penggerek batang
tetapi bukan beluk. Ini disebabkan bagian dasar malai tidak dipotong. Tikus
juga dapat merupakan masalah yang besar sebab tikus lebih suka menyerang pada
fase ini.
2.2.8 Fase masak penuh
Fase masak penuh
adalah fase yang menyenangkan bagi para petani karena menandakan akhir dari
segala masalah hama. Hal yang penting pada fase ini ialah bagaimana mengusaha supaya
pemasakan yang merata pada bul;ir padi. Sebagaimana yang anda lihat dalam fase
masak susu, beberapa bulir padi hampir mencapai fase masak penuh, beberapa
masih berada dalam fase masak sus, dan ada juga beberapa yang masih berada pada
fase berbunga. Harga gabah kering adalah hasil timbangan gabah
panen yang telah dikeringkan. Jika gabah panen dilakukan pada saat tanaman padi
pada umur yang tepat dan masak sempurna, maka akan didapatkan hasil
penggilingan yang tinggi (labih baik). Hal penting pada saat sekarang hingga
fase masak adalah berusaha mendapatkan pemasakan yang merata, dengan
pengairan yang tepat dan juga berusaha menghindari kerusakan yang
disebabkan oleh tikus. Pengeringan sawah 10 hari sebelum masa panen adalah hal
praktis yang biasa, dan harus diikuti oleh pengeringan pada beberapa daerah
yang lebih renmdah dengan membuat saluran-saluran kecil. Bagaimanapun,
pengeringan sawah juga meningkatkan kemungkinan kerusakan yang disebabkan oleh
tikus, kedua aspek tersebut sangatlah penting untuk diperhatikan.
2.2.9 Masak panen
Tanaman
pada fase ini, seharusnya sudah menguning, atau berwarna kecoklatan. Daun-daun
berwarna kuning karena khlorofil sudah tidak aktif lagi dan tidak ada
karbohidrat yang hasilnya oleh proses fotosintesis. Tepung telah berpindah dari
daun, batang dan akar ke bulir padi (gabah). Pada fase ini tidak ada lagi
penambahan bahan bagi gabah. Berat gabah akan turun setiap
hari karena terjadi pengeringan tanaman. Anda akan kehilangan hasil dalam
artian kilogram perhekter setiap menit sebagaimana tanaman mengering disawah.
Lalu bagaimana hasil distandarkan sehingga hasil dari satu tanaman dan hasil
tanaman lain dapat dibandingkan walaupun tanaman yang satu kering dan yang lain
masih basah? jawabannya dapat kita lihat pada kandungan air pada gabah.
Kandungan air adalah jumlah air yang ada pada gabah sebelum mengering dan
meletakannya dalam oven atau tempat yang panas selama beberapa jam atau
beberapa menit (tergantung dari panasnya). Panen harus segera dilaksanakan
setelah tanaman kering, sebab serangga, burung dan tikus sangat suka tanah yang
kering dan bulir-bulir (gabah) tanaman yang baru. Pada fase ini anda juga dapat
menemukan serangga yang sedang meletakan telurnya. Panen dapat segera dimulai
apabila sebagiab besar padi telah menguning dan gabah yang paling rendah pada
malai telah keras. Pada saat panen gabah akan mempunyai kandungan air sekitar
20-30%.
Tujuan :
Dapat menemukan apakah padi siap dipanen, dan dapat mengukur kandungan air
gabah, dengan menggunakan alat pengukur kandungan air (moisture
meter) dan menghitung ke dalam kandungan air standar (14%).
Langganan:
Postingan (Atom)